Sang Pengembara

Sang Pengembara
Hilfa Syafputra

Jumat, 20 Agustus 2010

Tentang Makmur Hendrik

Image
Inset : Makmur Hendrik
Dimana Bumi dipijak Disana Langit Dijunjung. Begitu bunyi pepatah minangkabau yang coba diamalkan oleh penulis ini. Dia banyak menyimak dan menimba pengetahuan dari perikehidupan orang-orang Minangkabau, negeri asal ibunya. Lahir 7 Juni 47 di desa Buluh Cina, di tepi Sungai Kampar 25 Km utara Pekanbaru, dia adalah putra pensiunan Polisi yang sedari kecil hidup dari satu barak ke barak militer lainnya.

Mengaku banyak belajar menulis cerita silat Minangkabau dari Nazif Basir (orang yang menjadikannya wartawan), tokoh wartawan dan budayawan di Padang tahun 60 sampai 70 an, penulis ini banyalc menulis tentang silat Minang. Minangkabau sendiri diakui sebagai negeri nenek moyang pencak silat di Indonesia dan semenanjung Melayu.

Selain itu dia juga menulis Novel dan Cerita pendek yang memenangkan beberapa kali sayembara tingkat nasional. Diantaranya ada yang diangkat menjadi cerita film. Diterbitkan penerbit Sinar Harapan (kumpulan Cerpen DIBAWAH LANGIT). Diterbitkan Dep. P & K lewat Proyek Pengadaan Buku Sastra (Novel MELINTAS BA-DAI). Ceritanya umumnya lembut dan mengharukan.

Tidak hanya sekedar pandai bercerita, pemegang Sabuk Hitam ilmu beladiri ini mempunyai perguruan EMPAT BANDING BUDI dengan ribuan siswa di Sumbar - Riau dimana dia mengajarkan Judo, Karate dan Silat. Selain jadi penulis dia juga bekerja sebagai staf pengajar di IKIP Padang, dan wartawan/anggota PWI. Periode 82 - 85 ini dipercayakan Gubernur Sumbar MayJen Ir. Azwar Anas untuk memegang jabatan Ketua Eksekutif IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Sumbar.

APA KATA MEREKA TENTANC CERITA MAKMUR HENDRIK?

".. Makmur Hendrik adalah story teller (penults cerita) yang menarik, tema-tema dalam ceritanya bervariasi. ia mempunyai intensitas yang kuat dalam membangun suasana-suasana yang mengharukan dan dramatis, penuh inspirasi dalam menciptakan tikungan-tikungan pada akhir cerita. terasa ia begitu dekat dengan pembacanya, dan ia paham bagaimana merangsang pembaca untuk tidak berhenti sampai halaman penghabisan..."

(LEON AGUSTA)

"... membaca cerita-cerita makmur hendrik dapat kita jumpai penjelasan dan bukti mengapa dia dikagumi dan dicintai oleh penggemar cerita pendek mauputi novel, tema-tema dalam ceritanya penuh dengan variasi dan intensivitas yang kuat dalam membangun suasana yang mengharukan dan dramatis, ia mampu membuat pembaca terpesona dan terkesan dengan isi cerita yang ia sajikan, ia sendiri paham bagaimana merangsang pembaca untuk tak berhenti sampai akhir cerita, gaya bahasanya haru dan lembut:..."

(dra. WATEPURNOMOSIDI)

Tulisan di atas adalah kutipan pendapat dan 2 orang pengamat sastrawan yang tak asing lagi di Indonetia, setelah membaca cerita-cerita Makmur Hendrik, yang khusus diminta oleh penerbit PT. SINAR HARAPAN Jakarta dalam rangka akan diterbitkannya kumpulan cerpen penulis ini. (Mereka, ke dua sastrawan itu, terkenal amat kritis dan "hemat" dalam mengeluarkan pujian terbadap ciptakaiya ciptakarya). Kumpulan cerita pendek itu berisikan 1.2 cerpennya yang terkuat, sebahagian besar pemenang sayembara tingkat nasional.

Tidak ada komentar: